Rabu, 04 Juni 2008

Opini Penjajah liputan6.com

Saya tertarik membaca Islam radikal di website liputan6.com yang ternyata menjerumuskan masyarakat pada pola pemikiran yang sempit tentang Islam. Bila anda muslim, sebaiknya anda banyak membaca AlQur'an. Supaya wawasan anda terhadap Islam bertambah.

Kata-kata radikal hampir sama dengan kata-kata ekstrimis dan fundamentalis yg dikeluarkan oleh penjajah di tahun 1945 untuk para pejuang kemerdekaan. Ketika rakyat kecil yang berusaha menjaga eksistensi agama mereka dari serangan aqidah dan akhlaq anda mengatakan mirip sekali dengan penjajah Belanda zaman dulu.

Penodaan sebuah Agama tidaklah bisa dianggap sepele karena nilainya sama dengan terhadap penodaan dasar negara. Kejadian insiden Monas yg melibatkan masa FPI dan AKK-BB anda sebut sebagai tindak kekerasan yg tidak bisa diterima dengan akal berdasarkan asas demokrasi dan landasan hukum. Secara hukum Agama untuk penodaan Agama, ganjaran yang pantas adalah hukuman mati. Karena dianggap desersi dan pembangkangan. Disini saya melihat Logika yang digunakan adalah logika Sekuler dan Penjajah terhadap nilai sebuah Agama. Padahal Sila pertama pada Pancasila adalah SIla Ketuhanan YME. Artinya negara ini mempunyai agama. Artinya Bangsa Indonesia dibangun berdasarkan Agama.

Ketika Agama dinodai berarti dia telah menghancurkan bangsa ini. Karena agama inilah Indonesia bisa merebut kekuasaan dari penjajah yg pola pikirnya sama persis seperti anda. Mempertahankan eksistensi agama adalah mempertahankan eksistensi negara. Negara kita memang bukan negara agama walaupun mayoritas muslim tetapi negara kita mempunyai dasar agama tercantum pada sila 1 Pancasila. Tidak ada tempat buat orang atheis di republik ini.

Menjadi orang indonesia harus beragama. Dan Orang beragama harus mempertahankan eksistensi agama tsb. Karena eksistensi itu yang membuat negeri ini aman tentram dan damai. Mayoritas muslim, tidak ada satupun nasrani, hindu dan budha bahkan gereja dan wihara yang habis dibakar sampai berpuluh tahun di udara kemerdekaan ini. Mempertahankan agama bukanlah radikal !!! tapi dia adalah bentuk naluri bangsa ini menjaga eksistensinya. Sebaiknya anda harus banyak mempelajari sejarah perjuangan bangsa ini, agar tidak berfikir seperti bangsa penjajah ditahun 45.

4 komentar:

Wira mengatakan...

Satu hal yang menjadi kelemahan FPI yang bisa dimanfaatkan amat sangat baik oleh lawan-lawan Islam secara umum adalah FPI berhaluan keras, namun kurang strategic.

Maaf para kader dan pengurus FPI, saya perlu menyampaikan kritik internal ini karena kekerasan ini bisa menjadi bumerang bagi kita sendiri jika kita serampangan menggunakannya.

Saya setuju dengan pemberantasan kemungkaran dengan TANGAN, dengan MULUT, dan kalau tidak bisa juga dengan HATI yang menunjukkan selemah-lemahnya iman yang kita punya. Hanya saja FPI harus bisa membaca peta 'peperangan' saat ini yang lebih mengedepankan OPINI. Jangan sampai Fighting Spirit thd kemungkaran ini (karena ulah beberapa orang tidak bisa menahan diri) DIBELOKKAN dan DIMANFAATKAN untuk kepentingan musuh2 ISLAM.

FPI membawa nama ISLAM, memperjuangkan nilai-nilai ISLAM agar tegak di bumi ini, cara keras?? itu boleh-boleh saja namun merupakan upaya terakhir yang bisa ditempuh jika upaya dialog dan diskusi sudah mentok.

Diprovokasi? sebetulnya FPI bisa meminta beberapa kamera-man meliput orang-orang provokator tersebut, mengumpulkan bukti-bukti, kemudian menyerukan didepan kamera bahwa FPI akan meminta provokator tersebut untuk menghentikan aksinya, dan memberi ultimatum jika tidak juga berhenti, maka Nahi-munkar dengan TANGAN bisa terlaksana.

Tak ada salahnya FPI selalu membawa kamera/handycam dalam setiap aksinya untuk menandingi pembelokan OPINI yang dilakukan oleh Media di Indonesia yang notabene sebagian sudah dikuasai oleh Rupert Murdoch, Raja Media Yahudi dari Amerika.

Jadi, sekali lagi saya dukung terus perjuangan FPI, jangan patah semangat, kalian tidak tergantung kepada satu pemimpin, tapi kalian dipimpin oleh arah akidah yang sama, terus tegakkan Nahi-munkar, namun pikirkan strategi-stategi jitu meng-counter balik serangan OPINI media cetak/televisi/internet dan sebagainya.

SELAMAT BERJUANG, ALLAHUAKBAR...

i hate sinetron mengatakan...

ALLAHU AKBAR...
ALLAHU AKBAR...
ALLAHU AKBAR...

Warriors mengatakan...

hancurkan JIL, AKK-BB, Ahmadiyah + antek-anteknya.Pokoknya kaum kafirin semuanya harus dihancurkan...

(Kesel gua FPI disudutkan terus)

abu mengatakan...

SCTV melalui liputan6 nya memang jelas-jelas mempunyai misi membunuh karakter perjuangan FPI. Dan media ini jelas-jelas mempunyai agenda tertentu untuk memusuhi dan merusak islam.
Mereka membuat pooling untuk menggiring opini publik untuk membubarkan FPI, namun makar terhadap agama Allah tidak kesampaian karena hasil pooling jauh dari yang mereka inginkan sehingga pooling tersebut diturunkan tanpa penjelasan.

Polling “pembubaran” FPI di Liputan6.com tiba-tiba “raib”. Sebelumnya, hasil polling di situs stasiun TV itu justru tak menginginkan FPI dibubarkan! baca di Hidayatulah.com 13 Juni 2008

Kita sebagai ummat islam harusnya mulai berpikir untuk melakukan boikot terhadap saluran TV yg menjadi musuh ummat islam dan perpecahan ummat.

Arsip Blog