Rabu, 04 Juni 2008

insiden monas AKKBB provokator -- Sudah Ingatkan AKK-BB, Polisi Bantah Kecolongan- Indra Subagja - detikcom

Jakarta - Polisi mengaku sudah memperingatkan kelompok AKK-BB untuk tidak memasuki wilayah Monas. Mengingat di kawasan itu ada aksi dari kelompok lain.

"Jangan melakukan kegiatan di hari Minggu, dan kita menyarankan aksi dilakukan hari Sabtu atau Senin," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Abubakar Nataprawira di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Senin (2/6/2008).

Aksi long march AKK-BB menurut rencana memang dimulai dari Gambir, berlanjut ke Kedubes AS, kemudian ke Bunderan HI. Tapi beberapa puluh orang sempat mampir ke Monas.

"Di Monas itu ada massa FPI dan FUI," tambahnya.

Saat itu, menurut Abubakar polisi memang telah melakukan pengamanan, tapi setelah tiba di lokasi peristiwa pemukulan telah terjadi.

"Tidak ada istilah kecolongan dan pembiaran. Polisi sudah bertindak," tambahnya.

Sedang terkait permintaan pembubaran menurutnya hal itu bukanlah domain dari kepolisian. Namun pihaknya pun siap memberikan data ke Mendagri terkait tindakan FPI.

"Akan kita berikan tindakan-tindakan FPI yang melanggar hukum, tapi nanti layak atau tidak dibubarkan, itu Mendagri, kita hanya memberik masukan. Mendagri yang memberikan keputusan bersama institusi lain seperti Menkum Ham," jelasnya. ( ndr / ken )

24 komentar:

Anonim mengatakan...

Mereka yang tergabung dalam AKKBB adalah:

Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP)
National Integration Movement (IIM)
The Wahid Institute
Kontras
LBH Jakarta
Jaingan Islam Kampus (JIK)
Jaringan Islam Liberal (JIL)
Lembaga Studi Agama dan Filsafat (LSAF)
Generasi Muda Antar Iman (GMAI)
Institut Dian/Interfidei
Masyarakat Dialog Antar Agama
Komunitas Jatimulya
eLSAM
Lakpesdam NU
YLBHI
Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Ika
Lembaga Kajian Agama dan Jender
Pusaka Padang
Yayasan Tunas Muda Indonesia
Konferensi Waligereja Indonesia (KWI)
Crisis Center GKI
Persekutuan Gereja-gereeja Indonesia (PGI)
Forum Mahasiswa Ciputat (Formaci)
Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI)
Gerakan Ahmadiyah Indonesia
Tim Pembela Kebebasan Beragama
El Ai Em Ambon
Fatayat NU
Yayasan Ahimsa (YA) Jakarta
Gedong Gandhi Ashram (GGA) Bali
Koalisi Perempuan Indonesia
Dinamika Edukasi Dasar (DED) Yogya
Forum Persaudaraan antar Umat Beriman Yogyakarta
Forum Suara Hati Kebersamaan Bangsa (FSHKB) Solo
SHEEP Yogyakarta Indonesia
Forum Lintas Agama Jawa Timur Surabaya
Lembaga Kajian Agama dan Sosial Surabaya
LSM Adriani Poso
PRKP Poso
Komunitas Gereja Damai
Komunitas Gereja Sukapura
GAKTANA
Wahana Kebangsaan
Yayasan Tifa
Komunitas Penghayat
Forum Mahasiswa Syariahse-Indonesia NTB
Relawan untuk Demokrasi dan Hak Asasi Manusia (REDHAM) Lombok
Forum Komunikasi Lintas Agama Gorontalo
Crisis Center SAG Manado
LK3 Banjarmasin
Forum Dialog Antar Kita (FORLOG-Antar Kita) Sulsel Makassar
Jaringan Antar Iman se-Sulawesi
Forum Dialog Kalimantan Selatan (FORLOG Kalsel) Banjarmasin
PERCIK Salatiga
Sumatera Cultural Institut Medan
Muslim Institut Medan
PUSHAM UII Yogyakarta
Swabine Yasmine Flores-Ende
Komunitas Peradaban Aceh
Yayasan Jurnal Perempuan
AJI Damai Yogyakarta
Ashram Gandhi Puri Bali
Gerakan Nurani Ibu
Rumah Indonesia

Anonim mengatakan...

AKKBB dihuni kebanyakan orang2 kafir.....

Anonim mengatakan...

Umat Islam Indonesia harus bisa membedakan antara Ajaran Islam dengan kebudayaan Arab. Islam tidak mengajarkan penyelesaikan permasalahan dengan cara kekerasan terlebih untuk perselisihan sesama umat Islam, haram hukumnya menumpahkan darah saudara muslim. Kekerasan yang selama ini diidentikkan dengan Islam adalah kebudayaan Arab yang disebarkan oleh orang-orang keturunan Arab Jahiliyah untuk meghancurkan agama Alloh ini, kegiatan-kegiatan yang sudah mereka lakukan dapat dilihat disini: http://www.thereligionofpeace.com/. Mereka ini adalah “musuh Islam” yang sesungguhnya, dimanapun mereka berada senantiasa menyebarkan terror dan kekacaukan dengan mengatasnamakan Islam. Di Indonesia, kegiatan “mereka” selain merusak citra Islam dengan melakukan aksi-aksi kekerasan, “mereka” juga berusaha untuk memecah-belah Islam disini. Kita dapat menyaksikan sendiri bagaimana para “habib” ini menghina dan mencaci-maki ulama dan kyai pribumi, mereka berusaha memprovokasi umat Islam untuk memecah-belah dan menghancurkan Islam di Indonesia. Kita bangsa Indonesia hendaknya sadar, jangan sampai negara kita dijadikan seperti Afghanistan, Palestina, Iraq dll. Kita bukan bangsa Arab, kita memiliki kebudayan sendiri yang dapat menyatukan bangsa ini sehingga walaupun bersifat majemuk kita tetap dapat hidup berdampingan dengan tentram dan damai. Usir “habib-habib” yang hendak menghancurkan Islam dari bumi Indonesia sekarang juga…!!!

abdurrahman mengatakan...

Opini pembubaran FPI merupakan grand scenario yg dilakukan oleh musuh-musuh islam (munafikin, kafirin).musuh islam punya kepentingan thd sepak terjang FPI.
Polisi sdh tahu akan terjadi kerusuhan, tetapi karena ada titipan dari pemerintah untuk mengalihkan isue BBM ya dibiarin aja aksi tersebut terjadi.
AKKBB juga sdh tidak dapat ijin melakukan demo di Monas tetapi tetap aja jalan karena memang hal seperti kejadian itu yg mereka scenariokan apalagi dengan memasang umpan kaum perempuan dan orang cacat. perss yg juga diisi oleh orang-orang yang tidak lagi punya mata hati yg murni sengaja membidikkan camera-camera untuk mencari moment yang sengaja dipesan oleh pihak-pihak AKKBB dan musuh Islam. Jika saja ada insan perss yg punya jiwa membela islam sebagaimana insan perss al jazeerah mungkin ceritanya akan menjadi lain. Semua orang pasti punya opini lain.
Pemimpin bangsa inipun aqidahnya sudah terjual, terbukti tidak tegas dalam memberikan keputusan tentang Ahmadiyah, malah anak bangsa yg peduli tentang pembelaan terhadap islam dipenjarakan, memalukan.

Wira mengatakan...

Jika selama ini saya coba 'membela' perjuangan FPI karena mereka memang amat keras dan istiqomah, kali ini saya akan menyoroti sisi lain mereka.

FPI saya sarankan untuk lebih strategic lagi ke depan, jangan mudah diprovokasi oleh segelintir orang yang bisa jadi sengaja memanas-manasi FPI dengan tujuan mengambil manfaat dari hal tersebut.

Cobalah untuk lebih taktis, dengan cara perekrutan yang ketat, pembinaan kader yang lebih sistemik, dengan mengedepankan kemampuan dialog dan strong-mind, namun tetap dengan tidak meninggalkan ghirah, semangat of fighting spirit dalam rangka menegakkan yang makruf dan mencegah yang mungkar.

Bagi setiap kader FPI, anda adalah mata, tangan, dan hati FPI. Jangan sampai anda dimanfaatkan oleh orang lain untuk kepentingan mereka. Ingat, PEMILU sudah semakin dekat. Tidak tertutup kemungkinan umat Islam akan dibentur-benturkan sesamanya demi kepentingan yang lebih besar dari orang di luar sana...

Berjuanglah dengan TANGAN, MULUT, dan HATIMU, tapi jangan lupa tetaplah mawas diri karena ghazwul-fiqri jauh lebih berat dibanding perang yang kasat mata....

Ana mendo'akan perjuangan singa-singa Indonesia mengaum, tapi bukan auman kosong belaka....

nova mengatakan...

usir??? sapa eloe???
braninya anonim....
restnova@yahoo.com

Masherroe mengatakan...

Dialog Ulil & Lutfie di milis Jaringan Islam Liberal ttg Monas :



Lut,
Ini alhamdulillah tahap pertama. Masih banyak alhamdulillah lain yang akan segera menyusul, jika konteksnya sudah tepat :)

Ulil

Luthfi Assyaukanie. wrote:

Lil,

Penggerebekan itu cuma tahap awal. Perjuangan harus jalan terus.
Preman-preman berjubah dan para simpatisannya masih terus
bergentayangan, termasuk di milis ini. Jadi, tahanlah dulu
alhamdulillah- mu.

Luthfi
=====

On 6/4/08, Ulil Abshar-Abdalla . wrote:
> Alhamdulillah. ..
>
> Akhirnya pihak kepolisian "menggrebek" markas FPI untuk menangkap mereka
> yang terlibat dalam vandalisme di Monas kemaren.
>
> Alhamdulillah. ..
>
> Semoga tindakan aparat keamanan ini memilik efek jera bagi kelompok milisia
> agama yang sekarang bertindak sewenang-wenang di banyak tempat.
>
> Ulil

Ulil Abshar-Abdalla
Department of Near Eastern Languages and Civilizations
Harvard University

From: islamliberal@ yahoogroups. com [mailto:islamliberal@ yahoogroups. com]

Anonim mengatakan...

Habib Rizieq tidak pernah menghina ulama, yang disampaikan memang sesuai fakta yg ada. lagian sejak kapan Gus Dur jadi ulama,apa kriterianya menobatkannya menjadi ulama. memang Gus Dur orang pribumi..ngga' ngerti sejarah asal ngomong. coba loe cari biografinya Gus Dur, murni pribumi apa ngga'
Siapapun dan darimanapun orang itu berasal yang penting aqidahnya murni islam bukannya islam tetapi selalu merugikan umat islam. sayangnya kebanyakan warga NU taklik buta terhadap Gus Dur, apapun yg dikatakan Gus Dur pasti benar.payah...

Wira mengatakan...

Coba AKKBB jika mau berlaku adil melakukan hal sama kepada aliran sesat Sekte Hari Kiamat (Mangapin Sibuea) ya? apakah yang akan terjadi???

Gus Maul mengatakan...

Berpindahnya arah memang bisa jadi masalah, tp akar masalah lebih domain pada karakter FPI yang sok benar dan merasa Islam dengan radikal dan a-tolerance. Perbedaan pendapat sesama muslim terkait Ahmadiyyah bukan pembenaran juga melakukan anarkisme. Saya kurang tahu model perekrutan anggota FPI yang lebih banyak mementingkan otot daripada otak.

FPI, saatnya hilang dan digantikan dengan pasukan ISlam yang bener2 mengayomi muslim dan beramar maruf nahi munkar yang baik.

Salam

Anonim mengatakan...

bener sampean gus maul. FPI itu cuman bisa tawuran saja, nahi mungkar aja ga ngerti. istilah nahi mungkar menurut mereka adalah memperbaiki lingkungan dg kekerasan.

jebloskan antek2 FPI...

Anonim mengatakan...

alah istilah nahi munkar FPI itu hanya istilah ngawur aja.

rizieq kapan tawurannya...
alah main kroyokan aja bisanya

Profokator mengatakan...

menjelang pagelaran ajang sepak bola yang heboh bangetz ( euro 2008),tidak ketinggalan juga di indonesia juga lagi hangat kasus FPI..
nah saksikan akhir duel keduanya..
manakah yang akan jadi pemenangnya???
manakah yang akan lebih populer???
manakah kostum yang akan paling diburu???
kostum pemain-pemain hebat team euro atau kostum FPI..???
manakah yang akan paling banyak makan korban???
DONT MISS IT..!!!!

Anonim mengatakan...

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepala Polri Jenderal Polisi Sutanto meminta Panglima Komando Laskar Islam Munarman segera menyerahkan diri. Menurut Kapolri, Munarman kini berstatus buron dan segera diburu jika tak menyerahkan diri dalam waktu dekat. "Diharapkan supaya menyerahkan diri dia, lebih bagus dia menyerahkan diri," jelas Kapolri kepada wartawan di Jakarta, hari ini. Kapolri mengatakan, Munarman tidak perlu khawatir karena Polri akan bekerja sesuai dengan mekanisme hukum yang ada.

lari kemana loe pak panglima???

Anonim mengatakan...

Tindakan FPI jauh dari kesan Islami,jadi anda2 yang merasa benci islam dengan mencontoh tindakan FPI anda harus berpikir ulang,semua agama tidak mengajarkan kekerasan,penganut agam tersebut yang harus disalahkan.harus dibedakan antara person dan institusinya

Anonim mengatakan...

FPI sebenarnya sesuai dengan yang dikatakan Sayidina Ali " ketika kejahatan yang berjumlah sedikit namun teroganisir akan mampu mengalahkan kebenaran walau berjumlah besar",ini patut direnungkan, FPI tidak mewakili islam,walau berjubah Islam,karena perbuatannya, Islam yang secara garis besar adalah agama damai,tercoreng bahkan dimusuhi dunia.Ini jauh dengan hasil yang ingin dicapai FPI yang selalu menggembar gemborkan amar ma'ruf nahi mungkar.Nahi mungkarnya aja yang diduluin,dakwahnya sama sekali nol.

Anonim mengatakan...

Setiap pembicaraan habib riziq selalu bilang ,bahwa mereka itu hanya tahunya dilapangan, yang berarti dakwah mereka itu urusan otot bukan urusan lidah,karena mereka memang bukan lulusan pesantren yang diajari bagaimana tata krama dan bersosialisasi dalam hidup.Gimana membawakan agama yang diajarkan walisongo.

Anonim mengatakan...

Pengormatan terhadap habib tidak boleh berlebihan,jangan karena mereka arab,bersorban,berjubah,semuanya sama dengan kyai2 lain.ada yang benar ada yang tidak,contohnya ya si Habib Riziq ini, mestinya perkumpulan para Habaib sudah mengeluarkan Habib Riziq dari perkumpulan mereka,karena sudah tidak sesuai lagi dengan ajaran Ahlu sunnah Wal jama'ah.

anggota FPI mengatakan...

Tindakan FPI jauh dari kesan Islami,jadi anda2 yang merasa benci islam dengan mencontoh tindakan FPI anda harus berpikir ulang,semua agama tidak mengajarkan kekerasan,penganut agam tersebut yang harus disalahkan.harus dibedakan antara person dan institusinya

Anonim mengatakan...

ya bener!!! lagian asal liat orang arab langsung nganggepnya habib!!dan pasti soleh!!
well u can kiss my ass|!!!
pikir dong mas,,,yg diperangi ama NABI MUHAMMAD juga kan orang arab....jadi jangan terjebak ama fisik lah!!!

Anonim mengatakan...

kepala sudah jadi kaki..

sudah tahu Gus Dur pro-Zionis
masih juga dipuji-puji..

ajaran Islam dicampur aduk sama ajaran laen yang jelas-jelas sesat.

coba lihat biografi dan jalan hidupnya Gus Dur itu..pantes gak dijadiin panutan...??

hafidz mengatakan...

apapun yang terjadi FPI adalah ratu keadilan yang paling adil, sipa yang berani memberantas para preman kecuali kami.. Polisi..? tahu apa dia. Banyak orang protes Polisi hanya diam saja. Kami menganggap peristiwa pelataran monas adalah rekayasa dari AKKBB kalo toh terjadi sesuatu itu bukan tanggung jawab kami. Kami berjihad kalo pun GUS DUR dan pengikutnya merasa tidak senang kami siap meladeni. apasih keistimewaan seorang GUSDUR kami sama sekali tidak tdakut pada siapapun kecuali kepada ALLAH .... ALLAHU AKBAR ..!!

abu mengatakan...

penghormatan kepada pemimpin yg amanah dan aqidahnya lurus menjadi kewajiban untuk dihormati jadi tidak ada yg melihat apakah dia arab,cina,indodesia,dls.
Nah yg celakanya seperti para pendukung Kyai...kyai an itu yg perlu diwaspadai. Orang sekelas Gus Dur sdh dianggap oleh pengikutnya seperti malaikat. padahal orang ini merupakan perusak islam yang berkulit islam. memang kebanyakan pengikutnya taklik buta, buta hatinya karena ilmunya kosong yang diutamakan ilmu kebal,sihir,syirik. Saudaranya berjihad membela Islam, ee malah mau diperangi, si Gus langsung deh mengerahkan Banser, GP Ansor yg tampangnya pada mengerikan karena merasa tidak akan mati (katanya punya ilmu kebal semua).

Aries Fatmara Achmad S mengatakan...

Allahu Akbar....!!!!

Teruskan perjuanganmu FPI...

Arsip Blog